Pendidikan

KOMUNIKASI KELUARGA SEBAGAI BENTENG PERTAMA DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Bahaya penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius terutama untuk anak-anak muda Indonesia. Jika hal ini dibiarkan, dapat mengancam kestabilan Negara karena Indonesia sedang menyambut bonus Demografi tahun 2030 nanti.
Selain upaya penanggulangan, perlu juga digiatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Untuk mengetahui bagaimana cara yang dapat diambil sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, perlu dipelajari terlebih dahulu apa saja penyebab seseorang menjadi lebih mudah terkena pengaruh narkoba.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi penyalah guna Narkoba, yaitu:

1. Faktorkepribadian
Kurangnya Kepercayaan Diri
Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya
memiliki rasa percaya diri yang kurang, sehingga dengan
menggunakan narkoba dia merasa mendapat bantuan untuk lebih
percaya diri.

Kurangnya kemampuan mengendalikan diri / emosi
Seseorang yang sejak kecilnya tidak dibiasakan untuk mengatasi
konflik cenderung akan lebih menghadapi frustasi dan menggunakan
narkoba dapat memberikan efek bahagia sesaat tanpa
menyelesaikan masalah sebenarnya, sehingga menjadikan sebuah
adiksi.

2. FaktorKeluarga
Kurangnya komunikasi didalam keluarga
Jika pola komunikasi didalam keluarga cenderung satu arah dan tidak
hangat akan membuat seserang cenderung menjadi seseorang yang
kurang percaya diri, dan mencari perhatian dari luar dengan
berbagai cara.
Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab
Anak yang pola asuh di keluarganya terlalu dimanja akan cenderung
mempunyai karakter yang tidak mau susah, sehingga akan mencari
jalan pintas untuk seolah-olah lari dari masalah.

3. FaktorLingkungan
Pengaruh pergaulan
Seseorang yang merasa kurang perhatian dan diterima di pergaulan
pengguna narkoba akan lebih mudah menjadi seorang pengguna
juga.
Kurangnya pengetahuan
Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya narkoba akan membuat
seseorang lebih mudah terjerat menjadi seorang pengguna.
Jika dilihat dari ketiga faktor utama tersebut, maka pola asuh keluarga
menjadi salah satu penentu perkembangan kepribadian seseorang. Oleh
karena itu bimbingan pola asuh menjadi salah satu faktor penting agar
anak-anak dapat bertumbuh kembang dengan baik sehingga kesempatan
untuk menjadi seorang pecandu narkoba menjadi lebih minim. Selain itu
banyak pecandu narkoba yang telah melewati proses rehabilitasi kembali
menjadi pemakai disebabkan perasaan tidak diterima didalam keluarga.
Sehingga
Untuk masa kini dimana era keterbukaan informasi semakin luas, peranan
keluarga menjadi semakin penting. Karena keluarga lah yang menjadi
benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan data per bulan maret 2018, KPAI menyatakan 15,69 persen kasus anak pengguna
Narkoba dimana 8,1 persennya merupakan anak sebagai pengedar narkoba. Dari data tersebut
menunjukan bahwa pembinaan pola asuh keluarga yang lebih relevan dengan zaman sekarang
menjadi sangat penting dimulai sejak dini.

Sekarang mulai banyak komunitas-komunitas yang bergerak didalam bidang pola asuh keluarga.
Mungkin sudah saatnya semua institusi mengadakan workshop pola asuh keluarga, bekerja sama
dengan komunitas-komunitas sebagai salah satu cara mengubah pola pikir pengasuhan masa lalu
menjadi relevan dengan masa kini.
Pola asuh yang relevan dengan masa kini adalah pola asuh yang mengajarkan pola berkomunikasi
yang hangat dan efektif antar sesama anggota keluarga sehingga tidak membuat blocking
komunikasi. Dan juga memberitahu mengenai tahapan perkembangan anak sesuai umurnya, sehingga
orang tua dapat memahami masa-masa dimana anak seharusnya mendapat bimbingan mengenai
refleksi diri, mengingkatkan kepercayaan diri, dan juga yang pasti kemampuan mengatasi
konflik.

Jika disetiap sekolah, kantor, dan kegiatan di lingkungan masyarakat dapat mengadakan edukasi
mengenai pola asuh yang relevan dengan masa kini dan dilakukan secara massif, diharapkan
dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba.

IG : https://www.instagram.com/millyshafiq/
www.ceritamilly.wordpress.com