Terbukti Cekik Petugas KPPS, Ivan Valentino Dihukum 3 Bulan Penjara






Jakarta
Ivan Valentino dinyatakan terbukti mencekik petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan masa percobaan 6 bulan.

“Telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemilu,” kata Ketua Majelis Hakim Ramses Pasaribu dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2019).

Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (14/6). Pembacaan putusan dihadiri JPU Fedrik Adhar beserta terdakwa didampingi penasihat hukum.



Menurut majelis hakim, Ivan Valentino terbukti dengan sengaja menggunakan tindak kekerasan dan melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan ketertiban dan ketentraman pelaksanaan pemungutan suara.

Ketua Sentra Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara, Benny Sabdo, menghormati keputusan majelis hakim. Dia berharap kejadian serupa tak terjadi di masa mendatang.

“Semoga di masa depan tidak terjadi lagi aksi kekerasan terhadap penyelenggara pemilu,” ujar Benny.

Benny menyebutkan JPU menyatakan banding untuk menegakkan keadilan pemilu. Dengan demikian, JPU memiliki waktu tiga hari untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Ivan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Gakkumdu Polres Metro Jakarta Utara pada Jumat (10/5) lalu. Ivan diduga mencekik petugas KPPS di Ancol, Jakarta Utara. Penyidik menyimpullkan Ivan melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan ketertiban dan ketenteraman pada pemungutan suara di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakut.

“Tersangka datang sebagai pemilih ke TPS 071 di Karang Bolong, Ancol dan tiba-tiba menyerang salah seorang anggota KPPS dengan mencekiknya,” kata Ketua Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakut, Benny Sabdo, lewat keterangannya, Jumat (10/5).

(tsa/tsa)






Source link